Sabtu, 01 November 2014

ANALISIS HAKIKAT TEORI TEORI ILMU SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN TEORI INTRAKSI SIMBOLIK oleh M. Jalali 2013210057



ANALISIS HAKIKAT TEORI TEORI ILMU SOSIAL
DENGAN MENGGUNAKAN TEORI INTRAKSI SIMBOLIK
Tuhan sungguh telah menyempurnakan kebahagiaan hidup kita dengan beberapa keahlian yang berbeda-beda dan potensi yang beda pula, secara simbolik tentunya manusia dengan konsepsi apapun sudah melakukan intraksi secara simbolik, meskipun kadang kebanyakan seseorang bertindak dialam bawah sadarnya. Sebagai sebuah nikmat kemampuan kita untuk melakukan intraksi sosial ini patut kita syukuri, bukankah sebagain dari kita sering merasa kasihan pada mereka yang tidak bisa berintraksi dengan yang lainya, dan tidak merasakan Simbiosis mutualisme dalam tataran intraksi sosial. Ada dua kompetensi yang akan saya ambil dalam Mata kuliah Teori-Teori Ilmu sosial ini diantaranya adalah
Kompetensi Dasar
1.      Memiliki ilmu tentang Islam serta mampu menerapkannya di masyarakat dalam menjalankan profesiny
2.      Memiliki ketrampilan berbahasa Indonesia dan asing yang menunjang profesinya.
3.      Memiliki rasa kebangsaan, kebhinnekaan, demokratis, dan solidaritas sosial.
Kompetensi Utama
  1. Memiliki wawasan dan pengetahuan tentang dasar-dasar Teori-Teori Ilmu Sosial dan kaitannya dengan ilmu sosial lain
  2. Memiliki wawasan dan pengetahuan tentang teori-teori utamanya dalam Ilmu Sosial
  3. Memiliki kemampuan dalam membaca, mengamati, dan menganalisa fenomena sosial secara kritis
  4. Memiliki kemampuan professional sebagai seorang peneliti
  5. Memiliki kemampuan untuk melakukan proses pemberdayaan masyarakat

Dewasa ini Sosial kehidupan , sadar atau tidak, sebenarnya semua orang melakukan proses berteori, dan atau mempratikkan teori, baik ia sudah memahami apa sebenarnya teori maupun yang tidak.  Misalnya anak muda yang berusaha menentukan hari depannya, orang tua yang berusaha menyesuaikan diri dengan perilaku anaknya, para pedagang yang merencanakan perkulakannya, pemimpin politik berdebat tentang kebijakan tertentu merupakan contoh-contoh kehidupan sehari-hari bagaimana orang sedang menerapkan teori hasil interpretasi atas pegalaman-pengalamannya di masa lalu dan proyeksinya ke depan. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa tindakan mereka diarahkan oleh masa lalu dan masa depan, jangka panjang dan jangka pendek, samar-samar atau transparan. Hal itu adalah cara bagaimana masyarakat melihat fakta dan menginterpretasikannya. Menurut Johnson, salah satu jalan dalam berteori memang dengan membuat interpretasi atau penafsiran-penafsiran atas konteks masyarakat tertentu. Interpretasi ini berguna untuk menjelaskan suatu peristiwa sosial tertentu. Seseorang bisa menjelaskan dia telah mengalami peristiwa yang baik atau buruk, senang atau menyedihkan. Prosesnya dengan mencoba membandingkan dengan pengalamannya di masa lalu, baik yang serupa maupun relatif serupa, dan menghubungkannya dengan pengalaman di masa kini. Setelah itu dia akan mendapatkan gambaran yang cukup mewakili, dan ia akan memulai untuk melakukan interpretasi-interpretasi yang dia yakini kebenarannya.
Namun demikian, perlu diketahui bahwa dalam membangun suatu teori dalam kehidupan sosial diperlukan alat atau metode agar tercipta proposisi yang sistematis, dan logis. Ringkasnya, meski para ahli sosial hingga saat ini masih berdebat tentang orientasi positivis dan neo-positivis dalam konstruksi teori, namun mereka bersepakat bahwa teori teori ilmu sosial sebagai ilmu pengetahuan bersifat empirik–berangkat dan berhenti pada gejala sosial yang empirik.

Jumat, 04 Juli 2014

HUMAN DAN PUBLIK RELATION








KOMUNIKASI SEBAGAI BAROMETER
BIROKRASI YANG SEHAT
Oleh, M. JALALI
2013210057

         Fungsi Komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi  penting  untuk membangun  konsep konsep diri kita, aktualisasi diri untuk kelangsungan hidup untuk memperoleh pelayan yang baik terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain lewat komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain atau lembaga tertentu. melalui komunikasi kita bekerja sama dengan setiap elemen untuk mencapai tujuan bersama dan birokrasi yang efektif. Maka Untuk Mengawali tulisan ini penulis mencobak mengutip dari sebuah pendapat seorang pakar manajemen AS, lawrence D. Brennan, yang mengatakan bahwa “Manjemen Publik Relation Atau Media Komunikasi Adalah Management Iscomunikation System”. Peran komunikasi timbal balik dalam perusahan masa kini adalah hal yang mutlak biasanya peran tersebut diserahkan kepada pihak Publik Relation. Itu artinya hal terpenting bagi PR adalah kemampuan mengemban fungsi dan tugasnya dalam menjalankan hubungan komunikasi ke dalam maupun ke luar. maksudnya  adalah upaya pembinaan hubungan yang harmonis dalam setiap administrasi anatara pimpinan  manajemen dan para karyawan dan antara pimpinan dengan pemilik perusahan dan istansi atau sebaliknya. Begitu juga kemampuan untuk menjembatani atau membangun hubungan komunikasi dengan masyarakat luar sebagai publiknya. Pada dasarny aktivias Publik relation meliputi kegiatan mulai dari pembenahan organisasi itu sendiri hingga kegiatan yang bersifat membangun  atau menciptakan citra perusahaan,(Image Building & Creativity) dan hubungan yang positif di mata publiknya. Dalam kaitanya dengan administrasi negara sudah barang pasti karna ketimpangan akan selalu menghantu jika tanpa adanya human dan publik relation, karna dengan sistem itulah organisasi atau lembaga itu mampu menjalin kerjasama yang harmonis saling menguntungkan.
            Dalam setiap ranah aktivitas dalam instansi pemerintahan maupun perusahana maupun organisasi yang namanya Publik Relation sangat berperan penting khususnya di dalam bidang komunikasi, baik di sektor penegakan hukum organisasi ke agamaan, profesi dan organisasi suka Rela. Karna Publik Relation mempunyai analogi tujuan komunikasi, yaitu adanya penguatan dan perubahan kognisi,afeksi dan prilaku komunikasinya. Maka yang paling inti dari tujuan ini terjaga dan terbentuknya kognisi afeksi dan prilaku positif publik terhadap organisasi atau lembaga Jadi dari pemaparan di atas dapat ditarik benang merahnya bahwa publik relation adalah Suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua jenis organisasi, baik yang bersifat komirsial, maupun non komirsial, disektor publik (pemerintah). Maupun privat (Pihak Swasta). Dengan adanya PR ini organisasi atau lembaga bisa saling mengenal, baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan maupun budaya masing-masing. Dengan demikian aktifitas PR haruslah menunjukan adanya usaha komunikasi untuk mencapai saling kenal dan saling mengerti, akan tetapi sifat komunikasinya harus bersifat normatif saja. Publik Relation terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang menjalin kontak dengannya. Pada dasarnya setiap orang juga selalu mengalami Publik Relation, terkecuali jika ia terisolasi dan tidak menjalin kontak  dengan manusia lainya,  Sedangkan human publik Relation dalam ranah pemerintahan tidak bersifat politis. Bagian human relation di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka, memberi informasi secara teratur tentang kebijakan, rencana-rencana serta hasil hasil kerja institusi serta memberi pengertian kepada masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan dan segala sesuatunya yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Selain itu, Human Relation pemerintahan khususnya di bidang administrasi kenegaraan dan politik juga harus memungkinkan untuk memberi masukan dan saran bagi para pejabat tentang segala informasi yang diperlukan dan reaksi atau kemungkinan reaksi masyarakat akan kebijakan institusi, baik yang sedang dilaksanakan, akan di laksanakan, ataupun yang sedang diusulkan.
            Mengakhiri tulisan ini human dan publik relation kaitanya dalam administrasi negara sangat signifikan karna keduanya ibarat mata uang yang tidak dapat dipisahkan, program dan kinerja sebuah lembaga atau instansi tanpa didasari pada bentuk ke efisiensinya dua hal tersebut maka selalu tumpang siur dalam perjalananya, ibarat mobil tanpa setir. Jadi dalam ranah apapun yang namanya human publik realtion/PR-HR menjadi salah satu penentu exsistensi citra dari sebuah  perusahaan atau lembaga. Itu semua terbentuk dalam sebuah miniatur administrasi dan komunikasinya yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai tanggung jawab terhadap instansi, perusahaan maupun lembaga khususnya dibidang humas, marilah kita ambil contoh tujuan hubungan organisasi/lembaga khususnya administrasi negara dengan human dan publlik Relation, pada hubungan ini PR harus dapat menginformasikan tentang siapa, dimana, apa organisasi atau lembaga kita dan kepentingan organisasi atau lembaga kepada publik. Namun disitu keduanya sama-sama memiliki fungsi konstruktif dan fungsi korektif. Wallahu A’lam.  Semuga bermamfaat ***
Sumber Rujukan:
_Rosady Ruslan, 2012. MANAJEMEN PUBLIK RELATIONS & MEDIA KOMUNIKASI, Raja Wali Pers, Jakarta
_Frida Kusumastuti, 2004 DASAR DASAR HUMAS, Ghalia indonesia dan UMM Pres bogor selatan

Rabu, 25 Juni 2014

Pengertian Etika



Pengertian Etika Menurut K. Bertens: Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
            Etika sebagai pedoman Perilaku manusia dalam relasinya sehari-hari dengan manusia lain bersumber dari nilai-nilai agama, tradisi dan filsafat. Dalam terapanya, etika dikaitkan dengan spesifikasi bidang atau tuga dan frofesi tertentu sehingga kita mengenal etika politik, etika jurnalistik, etika kedokteran, etika  hukum, etika jabatan, dan etika pengambilan keputusan dan lain sebaginya. Dalam setiap fase kehidupan pasti membutuhkan yang namanya Etika.
Tujuan Etika Menurut Bertens:
1.      Etika, bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.
2.      Etika, juga berarti kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud adalah kode etik.
3.      Etika mempunyai arti: ilmu tentang apa itu yang baik atau yang buruk. Etika baru menjadi ilmu, bila kemungkinan etis (asas dan nilai tentang yang baik dan buruk) begitu saja diterima dalam suatu masyarakat-sering kali tanpa disadari-menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.
Sumber: (Bertens, K, Etika, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, h. 4-7.)
                                                                           
Pertanyaan
1.      Sebagai mana kita ketahui bahwasanya etika tidak hanya digunakan pada satu fase baik dalam ranah kehidupan sosial dan berbagai macam ilmu semuanya menggunakan yang namanya etika, Sebutkan dan jelaskan sumber dan penerapan Etika tersebut?
2.      Pada saat ini yang namanya etika sering kali disepelehkan oleh setiap orang, bagaimana tanggapan dan strategi anda untuk mengembalikan arti penting dari etika tersebut?
3.      Dalam memahami setiap ilmu pengetahuan tentunya tidak hanya mengumpulkan satu landasan teori yang anda ambil, sebutkan aliran pemeikiran yang ada pada etika.
4.       




Jawaban
1.      Sumber Etika,
a.       Agama
b.      Tradisi
c.       Filsafat
 Penerapan Etika
a.       Hukum
b.      Ekonomi
c.       Profesi
d.      Administrasi
e.       Sosial
f.       Seni

2.      Dekadensi moral saat ini memang sudah mengakar kesetiap manusia, karna telah terhegomoni oleh bangsa-bangsa asing, Mencari akar penyebab hilangnya moralitas dalam kehidupan merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kesadaran terhadap pentingnya beretika dalam setiap hal, karna etika itu adalah watak yang cenderung mengikuti sikap prilaku seseorang, dan memberikan pengetahuan tentang mengklarifikasi etika, setelah mengetahui maka untuk mengaplikasikan sistem dalam penanaman etika yang baik akan sangat gampang.
3.      Aliran Pemikiran Etika
a.       Teori Empiris: etika diambil dari pengalaman dan dirumuskan sebagai kesepakatan
b.      Teori Rasional: manusia menentukan apa yang baik dan buruk berdasaarkan penalaran atau logika.
c.       Teori intuitif: manusia secara naluriah atau otomatis mampu membedakan hal yang baik dan buruk dating dari yang maha kuasa.
d.      Teori wahyu: ketentuan baik dan buruk dating dari yang maha kuasa.




Wawancara Eklusif
Nama              : Imam Jazuli
Nim                 : 2011210019
Jurusan            : Administrasi  Negara.
1.      Apa yang anda ketahui tentang Etika
ð  etika merupakan salah satu ilmu yang sangat mempunyai peranan penting dalam setiap kehidupan, karena ilmu tanpa etika tidak akan bisa mengalokasikan pengetahuanya, tanpa etika siapapun orangnya maka tidak akan bisa diterima oleh khalayak.
2.      Bagaimana pendapat anda tentang dekadensi etika yang terjadi pada saat ini?
ð  Bagi saya dekadensi etika saat ini memang mempunyai angka tertinggi jika di analogikan pada sebuah indek kehidupan, dan pada etika ini saya pribadi masih tidak mempunyai suptansi besar terhadap sesi hidup yang semuanya tidak lepas dari yang namanya etika,
3.      Kita sebagai umat nabi Muhammad SAW. Yang diutus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan ahlak. Jika seseorang yang tidak berahlak atau tidak beretika apakah pantas mengaku umat Muhammad.

ð  Seseorang dikatakan iman apabila sudah dibuktikan dengan pengakuan dan perbuatan, maka tidaklah pantas jika seseorang tanpa melakukan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang oleh Nabi Muhammad SWAT, sebagai panutan umat islam,