KOMUNIKASI SEBAGAI BAROMETER
BIROKRASI YANG SEHAT
Oleh, M. JALALI
2013210057
Fungsi Komunikasi sebagai
komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting
untuk membangun konsep konsep
diri kita, aktualisasi diri untuk kelangsungan hidup untuk memperoleh pelayan yang
baik terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain lewat komunikasi yang
menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain atau lembaga tertentu. melalui
komunikasi kita bekerja sama dengan setiap elemen untuk mencapai tujuan bersama
dan birokrasi yang efektif. Maka Untuk Mengawali tulisan ini penulis mencobak mengutip dari sebuah
pendapat seorang pakar manajemen AS, lawrence D. Brennan, yang mengatakan bahwa
“Manjemen Publik Relation Atau Media Komunikasi Adalah Management
Iscomunikation System”. Peran komunikasi timbal balik dalam perusahan masa
kini adalah hal yang mutlak biasanya peran tersebut diserahkan kepada pihak Publik
Relation. Itu artinya hal terpenting bagi PR adalah kemampuan mengemban
fungsi dan tugasnya dalam menjalankan hubungan komunikasi ke dalam maupun ke
luar. maksudnya adalah upaya pembinaan
hubungan yang harmonis dalam setiap administrasi anatara pimpinan manajemen dan para karyawan dan antara pimpinan
dengan pemilik perusahan dan istansi atau sebaliknya. Begitu juga kemampuan
untuk menjembatani atau membangun hubungan komunikasi dengan masyarakat luar
sebagai publiknya. Pada dasarny aktivias Publik relation meliputi kegiatan
mulai dari pembenahan organisasi itu sendiri hingga kegiatan yang bersifat
membangun atau menciptakan citra
perusahaan,(Image Building & Creativity) dan hubungan yang positif
di mata publiknya. Dalam kaitanya dengan administrasi negara sudah barang pasti
karna ketimpangan akan selalu menghantu jika tanpa adanya human dan publik
relation, karna dengan sistem itulah organisasi atau lembaga itu mampu menjalin
kerjasama yang harmonis saling menguntungkan.
Dalam setiap ranah aktivitas dalam
instansi pemerintahan maupun perusahana maupun organisasi yang namanya Publik
Relation sangat berperan penting khususnya di dalam bidang komunikasi, baik di
sektor penegakan hukum organisasi ke agamaan, profesi dan organisasi suka Rela.
Karna Publik Relation mempunyai analogi tujuan komunikasi, yaitu adanya
penguatan dan perubahan kognisi,afeksi dan prilaku komunikasinya. Maka yang
paling inti dari tujuan ini terjaga dan terbentuknya kognisi afeksi dan prilaku
positif publik terhadap organisasi atau lembaga Jadi dari pemaparan di atas dapat ditarik benang merahnya bahwa publik
relation adalah Suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua jenis
organisasi, baik yang bersifat komirsial, maupun non komirsial, disektor publik
(pemerintah). Maupun privat (Pihak Swasta). Dengan adanya PR ini organisasi
atau lembaga bisa saling mengenal, baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan
maupun budaya masing-masing. Dengan demikian aktifitas PR haruslah menunjukan
adanya usaha komunikasi untuk mencapai saling kenal dan saling mengerti, akan
tetapi sifat komunikasinya harus bersifat normatif saja. Publik Relation terdiri dari semua bentuk
komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa
saja yang menjalin kontak dengannya. Pada dasarnya setiap orang juga selalu
mengalami Publik Relation, terkecuali jika ia terisolasi dan tidak menjalin
kontak dengan manusia lainya, Sedangkan
human publik Relation dalam ranah pemerintahan tidak bersifat politis. Bagian
human relation di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau
mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka, memberi informasi secara teratur tentang
kebijakan, rencana-rencana serta hasil hasil kerja institusi serta memberi
pengertian kepada masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan dan
segala sesuatunya yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Selain itu, Human
Relation pemerintahan khususnya di bidang administrasi kenegaraan dan
politik juga harus memungkinkan untuk memberi masukan dan saran bagi para
pejabat tentang segala informasi yang diperlukan dan reaksi atau kemungkinan
reaksi masyarakat akan kebijakan institusi, baik yang sedang dilaksanakan, akan
di laksanakan, ataupun yang sedang diusulkan.
Mengakhiri tulisan ini human dan publik relation kaitanya
dalam administrasi negara sangat signifikan karna keduanya ibarat mata uang
yang tidak dapat dipisahkan, program dan kinerja sebuah lembaga atau instansi
tanpa didasari pada bentuk ke efisiensinya dua hal tersebut maka selalu tumpang
siur dalam perjalananya, ibarat mobil tanpa setir. Jadi dalam ranah apapun yang
namanya human publik realtion/PR-HR menjadi salah satu penentu exsistensi citra
dari sebuah perusahaan atau lembaga. Itu
semua terbentuk dalam sebuah miniatur administrasi dan komunikasinya yang dilakukan
oleh seseorang yang mempunyai tanggung jawab terhadap instansi, perusahaan maupun
lembaga khususnya dibidang humas, marilah kita ambil contoh tujuan hubungan
organisasi/lembaga khususnya administrasi negara dengan human dan publlik
Relation, pada hubungan ini PR harus dapat menginformasikan tentang siapa,
dimana, apa organisasi atau lembaga kita dan kepentingan organisasi atau
lembaga kepada publik. Namun disitu keduanya sama-sama memiliki fungsi
konstruktif dan fungsi korektif. Wallahu A’lam. Semuga bermamfaat ***
Sumber Rujukan:
_Rosady Ruslan, 2012. MANAJEMEN PUBLIK RELATIONS & MEDIA KOMUNIKASI,
Raja Wali Pers, Jakarta
_Frida Kusumastuti, 2004 DASAR DASAR HUMAS, Ghalia indonesia dan UMM
Pres bogor selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar