Jumat, 04 Juli 2014

HUMAN DAN PUBLIK RELATION








KOMUNIKASI SEBAGAI BAROMETER
BIROKRASI YANG SEHAT
Oleh, M. JALALI
2013210057

         Fungsi Komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi  penting  untuk membangun  konsep konsep diri kita, aktualisasi diri untuk kelangsungan hidup untuk memperoleh pelayan yang baik terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain lewat komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain atau lembaga tertentu. melalui komunikasi kita bekerja sama dengan setiap elemen untuk mencapai tujuan bersama dan birokrasi yang efektif. Maka Untuk Mengawali tulisan ini penulis mencobak mengutip dari sebuah pendapat seorang pakar manajemen AS, lawrence D. Brennan, yang mengatakan bahwa “Manjemen Publik Relation Atau Media Komunikasi Adalah Management Iscomunikation System”. Peran komunikasi timbal balik dalam perusahan masa kini adalah hal yang mutlak biasanya peran tersebut diserahkan kepada pihak Publik Relation. Itu artinya hal terpenting bagi PR adalah kemampuan mengemban fungsi dan tugasnya dalam menjalankan hubungan komunikasi ke dalam maupun ke luar. maksudnya  adalah upaya pembinaan hubungan yang harmonis dalam setiap administrasi anatara pimpinan  manajemen dan para karyawan dan antara pimpinan dengan pemilik perusahan dan istansi atau sebaliknya. Begitu juga kemampuan untuk menjembatani atau membangun hubungan komunikasi dengan masyarakat luar sebagai publiknya. Pada dasarny aktivias Publik relation meliputi kegiatan mulai dari pembenahan organisasi itu sendiri hingga kegiatan yang bersifat membangun  atau menciptakan citra perusahaan,(Image Building & Creativity) dan hubungan yang positif di mata publiknya. Dalam kaitanya dengan administrasi negara sudah barang pasti karna ketimpangan akan selalu menghantu jika tanpa adanya human dan publik relation, karna dengan sistem itulah organisasi atau lembaga itu mampu menjalin kerjasama yang harmonis saling menguntungkan.
            Dalam setiap ranah aktivitas dalam instansi pemerintahan maupun perusahana maupun organisasi yang namanya Publik Relation sangat berperan penting khususnya di dalam bidang komunikasi, baik di sektor penegakan hukum organisasi ke agamaan, profesi dan organisasi suka Rela. Karna Publik Relation mempunyai analogi tujuan komunikasi, yaitu adanya penguatan dan perubahan kognisi,afeksi dan prilaku komunikasinya. Maka yang paling inti dari tujuan ini terjaga dan terbentuknya kognisi afeksi dan prilaku positif publik terhadap organisasi atau lembaga Jadi dari pemaparan di atas dapat ditarik benang merahnya bahwa publik relation adalah Suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua jenis organisasi, baik yang bersifat komirsial, maupun non komirsial, disektor publik (pemerintah). Maupun privat (Pihak Swasta). Dengan adanya PR ini organisasi atau lembaga bisa saling mengenal, baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan maupun budaya masing-masing. Dengan demikian aktifitas PR haruslah menunjukan adanya usaha komunikasi untuk mencapai saling kenal dan saling mengerti, akan tetapi sifat komunikasinya harus bersifat normatif saja. Publik Relation terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang menjalin kontak dengannya. Pada dasarnya setiap orang juga selalu mengalami Publik Relation, terkecuali jika ia terisolasi dan tidak menjalin kontak  dengan manusia lainya,  Sedangkan human publik Relation dalam ranah pemerintahan tidak bersifat politis. Bagian human relation di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka, memberi informasi secara teratur tentang kebijakan, rencana-rencana serta hasil hasil kerja institusi serta memberi pengertian kepada masyarakat tentang peraturan dan perundang-undangan dan segala sesuatunya yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Selain itu, Human Relation pemerintahan khususnya di bidang administrasi kenegaraan dan politik juga harus memungkinkan untuk memberi masukan dan saran bagi para pejabat tentang segala informasi yang diperlukan dan reaksi atau kemungkinan reaksi masyarakat akan kebijakan institusi, baik yang sedang dilaksanakan, akan di laksanakan, ataupun yang sedang diusulkan.
            Mengakhiri tulisan ini human dan publik relation kaitanya dalam administrasi negara sangat signifikan karna keduanya ibarat mata uang yang tidak dapat dipisahkan, program dan kinerja sebuah lembaga atau instansi tanpa didasari pada bentuk ke efisiensinya dua hal tersebut maka selalu tumpang siur dalam perjalananya, ibarat mobil tanpa setir. Jadi dalam ranah apapun yang namanya human publik realtion/PR-HR menjadi salah satu penentu exsistensi citra dari sebuah  perusahaan atau lembaga. Itu semua terbentuk dalam sebuah miniatur administrasi dan komunikasinya yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai tanggung jawab terhadap instansi, perusahaan maupun lembaga khususnya dibidang humas, marilah kita ambil contoh tujuan hubungan organisasi/lembaga khususnya administrasi negara dengan human dan publlik Relation, pada hubungan ini PR harus dapat menginformasikan tentang siapa, dimana, apa organisasi atau lembaga kita dan kepentingan organisasi atau lembaga kepada publik. Namun disitu keduanya sama-sama memiliki fungsi konstruktif dan fungsi korektif. Wallahu A’lam.  Semuga bermamfaat ***
Sumber Rujukan:
_Rosady Ruslan, 2012. MANAJEMEN PUBLIK RELATIONS & MEDIA KOMUNIKASI, Raja Wali Pers, Jakarta
_Frida Kusumastuti, 2004 DASAR DASAR HUMAS, Ghalia indonesia dan UMM Pres bogor selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar