Rabu, 25 Juni 2014

Pengertian Etika



Pengertian Etika Menurut K. Bertens: Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
            Etika sebagai pedoman Perilaku manusia dalam relasinya sehari-hari dengan manusia lain bersumber dari nilai-nilai agama, tradisi dan filsafat. Dalam terapanya, etika dikaitkan dengan spesifikasi bidang atau tuga dan frofesi tertentu sehingga kita mengenal etika politik, etika jurnalistik, etika kedokteran, etika  hukum, etika jabatan, dan etika pengambilan keputusan dan lain sebaginya. Dalam setiap fase kehidupan pasti membutuhkan yang namanya Etika.
Tujuan Etika Menurut Bertens:
1.      Etika, bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.
2.      Etika, juga berarti kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud adalah kode etik.
3.      Etika mempunyai arti: ilmu tentang apa itu yang baik atau yang buruk. Etika baru menjadi ilmu, bila kemungkinan etis (asas dan nilai tentang yang baik dan buruk) begitu saja diterima dalam suatu masyarakat-sering kali tanpa disadari-menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.
Sumber: (Bertens, K, Etika, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, h. 4-7.)
                                                                           
Pertanyaan
1.      Sebagai mana kita ketahui bahwasanya etika tidak hanya digunakan pada satu fase baik dalam ranah kehidupan sosial dan berbagai macam ilmu semuanya menggunakan yang namanya etika, Sebutkan dan jelaskan sumber dan penerapan Etika tersebut?
2.      Pada saat ini yang namanya etika sering kali disepelehkan oleh setiap orang, bagaimana tanggapan dan strategi anda untuk mengembalikan arti penting dari etika tersebut?
3.      Dalam memahami setiap ilmu pengetahuan tentunya tidak hanya mengumpulkan satu landasan teori yang anda ambil, sebutkan aliran pemeikiran yang ada pada etika.
4.       




Jawaban
1.      Sumber Etika,
a.       Agama
b.      Tradisi
c.       Filsafat
 Penerapan Etika
a.       Hukum
b.      Ekonomi
c.       Profesi
d.      Administrasi
e.       Sosial
f.       Seni

2.      Dekadensi moral saat ini memang sudah mengakar kesetiap manusia, karna telah terhegomoni oleh bangsa-bangsa asing, Mencari akar penyebab hilangnya moralitas dalam kehidupan merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kesadaran terhadap pentingnya beretika dalam setiap hal, karna etika itu adalah watak yang cenderung mengikuti sikap prilaku seseorang, dan memberikan pengetahuan tentang mengklarifikasi etika, setelah mengetahui maka untuk mengaplikasikan sistem dalam penanaman etika yang baik akan sangat gampang.
3.      Aliran Pemikiran Etika
a.       Teori Empiris: etika diambil dari pengalaman dan dirumuskan sebagai kesepakatan
b.      Teori Rasional: manusia menentukan apa yang baik dan buruk berdasaarkan penalaran atau logika.
c.       Teori intuitif: manusia secara naluriah atau otomatis mampu membedakan hal yang baik dan buruk dating dari yang maha kuasa.
d.      Teori wahyu: ketentuan baik dan buruk dating dari yang maha kuasa.




Wawancara Eklusif
Nama              : Imam Jazuli
Nim                 : 2011210019
Jurusan            : Administrasi  Negara.
1.      Apa yang anda ketahui tentang Etika
ð  etika merupakan salah satu ilmu yang sangat mempunyai peranan penting dalam setiap kehidupan, karena ilmu tanpa etika tidak akan bisa mengalokasikan pengetahuanya, tanpa etika siapapun orangnya maka tidak akan bisa diterima oleh khalayak.
2.      Bagaimana pendapat anda tentang dekadensi etika yang terjadi pada saat ini?
ð  Bagi saya dekadensi etika saat ini memang mempunyai angka tertinggi jika di analogikan pada sebuah indek kehidupan, dan pada etika ini saya pribadi masih tidak mempunyai suptansi besar terhadap sesi hidup yang semuanya tidak lepas dari yang namanya etika,
3.      Kita sebagai umat nabi Muhammad SAW. Yang diutus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan ahlak. Jika seseorang yang tidak berahlak atau tidak beretika apakah pantas mengaku umat Muhammad.

ð  Seseorang dikatakan iman apabila sudah dibuktikan dengan pengakuan dan perbuatan, maka tidaklah pantas jika seseorang tanpa melakukan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang oleh Nabi Muhammad SWAT, sebagai panutan umat islam,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar